Sabtu, 22 April 2017 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UAD menyelenggarakan sarasehan dengan tema “Perkembangan Terkini di Bidang Pengauditan”. Acara ini dilaksanakan di Laboratorium Akuntansi Kampus 1 UAD. Sarasehan dibuka oleh sambutan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dra. Salamatun Asakdiyah, M.Si. dan dilanjutkan dengan sharing serta tanya jawab bersama pemateri yang merupakan praktisi akuntan publik.

Sarasehan ini menghadirkan seorang akuntan publik dari Jakarta yaitu Ahmad Syakir, S.E., Ak., CPA. yang merupakan partner di Kantor Akuntan Publik (KAP) Mulyamin Sensi Suryanto (MSS). Selain bekerja di KAP MSS, Syakir juga menjadi anggota dari Moore Stephens International Limited.

Saat penyampaian perkembangan audit, Syakir mengungkapkan bahwa “Era ini akuntan publik di Indonesia sudah beralih yang dulunya berkiblat ke Amerika namun sekarang mulai mengadopsi ISA (International Standard Auditing)”. ISA dipilih karena lebih menekankan analisis yang mendalam dari pada standar sebelumnya. ISA mengandung desakan yang lebih besar bagi auditor untuk menemukan kecurigaan. Selain itu ISA lebih menekankan pada pengidentifikasian yang belum dilihat, bukan assessment (penilaian sesuatu yang dilihat). Menurutnya, “Globalisasi ekonomi menuntut auditor untuk cepat beradaptasi dengan standar internasional”. Selain memaparkan perubahan standar audit, Syakir juga menjelaskan menjadi seorang auditor harus selalu meningkatkan mutu auditnya karena setiap saat bisa di-review hasil audit oleh siapa saja. Biasanya pihak yang sering me-review hasil audit seperti partner audit, Departemen Keuangan (P2PK), BPK/BPKP dan OJK.

Sesaat sebelum sarasehan ditutup, Syakir juga menjelaskan lulusan akuntansi yang berminat menjadi auditor harus memiliki keahlian audit sebagai berikut: melakukan audit sesuai dengan standar yang berlaku dan menguasai itu, serta memahami peraturan-peraturan perpajakan dan Otoritas Jasa Keuangan. Selain memiliki pengetahuan ilmu yang luas, seorang auditor juga harus memiliki softskill yang baik. Mulai dari cara menghadapi klien, ataupun cara mereka berbicara di depan umum. Kemudian, yang tidak boleh ketinggalan seorang auditor wajib lancar berbahasa Inggris. Bila lulusan akuntansi telah memiliki keahlian-keahlian tersebut, diharapkan siap untuk masuk dunia kerja khususnya dibidang pengauditan. (hw)