dekan di cina

 

Dekan Fakultas Ekonomi, Dra. Salamatun Asyakdiyah, M.Si dan dua dosen Fakultas Ekonomi yaitu Rai Rake Setyawan, SE.,GDBus., MSA dan Indah Kurniawati, SE., M.Si berkunjung ke Guang Xi University Cina (GXU). Kunjungan tersebut berlangsung dari Jumat, 16 Oktober sampai Rabu, 21 Oktober 2015. Seperti yang diungkapkan oleh Dra. Salamatun Asakdiyah, M.Si, tujuan dari kunjungan tersebut adalah terkait dengan kerjasama antara UAD dengan GXU Cina. FE UAD mengajukan beasiswa bagi mahasiswa yang mengambil program join degree dengan GXU. “Sementara ini, selama kurang lebih tiga tahun belum ada beasiswa, sehingga kita prihatin. Karena kalau melihat kurs rupiah yang fluktuatif, membuat mahasiswa merasa berat jika kuliah di sana,” ungkap Salamatun.

“Kita meminta kebijakan dari GXU yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa UAD yang mengambil program join degree di GXU, dan alhamdulillah kemarin kita sudah sepakati bersama dengan Dekan Fakultas Bisnis GXU, dan ketua program internasional GXU. Kemarin kami sudah sepakat bahwa GXU akan memberikan beasiswa bagi mahasiswa UAD yang kuliah di sana,”imbuh Salamatun.

Ada tiga beasiswa  yang diberikan, diataranya beasiswa dari pemerintah Cina, kemudian yang kedua dari GXU sendiri, dan yang ketiga dari Rektor. Mahasiswa FE UAD yang ingin mendapatkan beasiswa tersebut harus memenuhi persyaratan. Syarat yang paling utama untuk mendapatkan beasiswa adalah penguasaan bahasa mandarin. Mahasiswa harus memenuhi standar bahasa Cina atau Hànyǔ Shuǐpíng Kǎoshì (HSK) 4 untuk mendapatkan beasiswa s1, sedangkan untuk s2 yaitu HSK 5. Untuk lebih meringankan, mahasiswa FE UAD yang kuliah di GXU juga bias membayar uang kuliah per semester.

Selain itu, bagi dosen yang akan melanjutkan studi S3 juga diberikan beasiswa. Disana juga akan diberi kesempatan untuk mengajar bahasa Indonesia, sehingga disamping mendapatkan beasiswa studi lanjut S3, maka dosen juga akan diberikan penghasilan, atau gaji sebagai pengajar bahasa Indonesia. Untuk dosen yang mengambil s3 akan dibiayai penuh, mulai dari biaya kuliah, tempat tinggal, bahkan sampai biaya desertasi.

Sedangkan untuk mahasiswa FE UAD yang kuliah di GXU disediakan asrama, dan asrama yang disediakan lebih baik dari pada asrama bagi mahasiswa lokal yang ada di sana. Untuk mahasiswa lokal biaya per tahun mencapai 12.000 yuan, sedangkan untuk mahasiswa Join Degree dari FE UAD hanya 8.400 yuan per tahun. Tetapi bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa akan free.

Salamatun juga menambahkan bahwa kuliah di GXU banyak sekali nilai positif yang dapat diambil, dari budaya, terutama etos kerja. Mahasiswa UAD yang kuliah di GXU sudah semangat kemudian juga pekerja keras, mampu membangun karakter yang bagus. Ini juga merupakan salah satu keunggulan dari FE UAD dibandingkan dengan perguruan tinggi yang lain. Perlu disampaikan ke mahasiswa kita juga bisa bersaing di pasar kerja. Mahasiswa yang telah lulus dari sana akan banyak mendapatkan tawaran, yang terutama dengan perusahaan yang menjalin bisnis dengan orang Indonesia, karena untuk komunikasi bisnis itu lebih enak dilakukan oleh orang Indonesia yang bisa bahasa mandarin, sehingga gajinyapun lebih tinggi. Jadi kita harus menggunakan peluang ini.

Selain untuk belajar, banyak peluang-peluang yang bisa digunakan untuk bekerja di sana. Salamatun mengungkapkan bahwa beberapa minggu yang lalu ada perusahaan Cina di Indonesia yaitu perusahaan semen, yang punya cabang di Kalimantan datang ke FE UAD mencari alumni yang bisa bahasa mandarin. “Tetapi saat mereka ke sini kebetulan kita belum punya mahasiswa yang bisa bahasa mandarin. Sehingga peluang itu tidak bisa kita gunakan, dan itu sayang sekali. Tentu kalau kita punya alumni yang bisa bahasa mandarin akan kita salurkan ke perusahaan Cina yang ada di Indonesia”, imbuh Salamatun.

Salamatun menghimbau kepada semua prodi di FE, supaya tahun depan mahasiswa yang berangkat ke Cina berasal dari tiga prodi tersebut. Sehingga, keunggulan fakultas ini dapat digunakan untuk kita bersaing di dunia kerja, baik nasional maupun internasional. Karena dimanapun jika investornya dari Cina maka akan membutuhkan tenaga kerja yang bisa bahasa mandarin, sehingga peluangnya lebih besar. Kombinasi antara UAD dan GXU, jika UAD dari agama yang kuat, sedangkan GXU dari etos kerjanya yang bagus. (uki)